Kenapa TVC Masih Penting di Era Digital?

Perspektif Creative Marketing Agency untuk Brand yang Ingin Relevan
Di era TikTok, YouTube Shorts, dan konten 15 detik yang serba cepat, banyak brand, terutama yang ingin dekat dengan Gen Z, mulai mempertanyakan satu hal klasik:
“Apakah TVC masih relevan?”
Jawabannya bukan sekadar masih, tapi berubah perannya.
Bagi creative marketing agency, TVC hari ini bukan lagi soal “tayang di TV”, melainkan soal membangun narasi besar brand yang hidup di seluruh ekosistem digital.
TVC Bukan Media, Tapi Moment
Kesalahan paling umum adalah memandang TVC sebagai format lama.
Padahal, TVC sejatinya adalah brand moment, satu karya utama yang mendefinisikan siapa brand itu, apa nilainya, dan kenapa ia layak dipercaya.
Untuk Gen Z dan publik umum:
- TVC adalah anchor story
- Digital adalah amplifier
- Sosial media adalah ruang dialog
Tanpa TVC, brand sering kali hanya hadir sebagai potongan-potongan konten tanpa arah yang jelas.
Gen Z Tidak Anti TVC, Mereka Anti Iklan yang Kosong
Gen Z sering dicap “nggak nonton TV”. Tapi kenyataannya:
- Mereka menonton TVC versi YouTube
- Mereka react, remix, dan membicarakan iklan di TikTok
- Mereka tertarik pada cerita, bukan format
Masalahnya bukan TVC-nya, tapi:
- Ceritanya terlalu jualan
- Tidak relevan secara budaya
- Tidak punya sudut pandang manusiawi
Brand lokal yang berhasil justru menggunakan TVC sebagai:
- Cerita tentang keluarga
- Potret realitas sosial
- Emosi sehari-hari yang dekat dengan audiens
Peran TVC dalam Brand Strategy Modern
Dari sudut pandang creative marketing agency, TVC berfungsi sebagai:
1. Penentu Arah Brand Narrative
TVC adalah “north star”.
Ia menjawab:
- Brand ini berdiri untuk apa?
- Nilai apa yang ingin dibangun jangka panjang?
Tanpa TVC, konten digital sering hanya mengejar tren tanpa makna strategis.
2. Fondasi Kepercayaan (Trust Builder)
Untuk publik umum, TVC masih diasosiasikan dengan:
- Kredibilitas
- Keseriusan brand
- Skala dan komitmen jangka panjang
Brand lokal yang berani membuat TVC sering dipersepsikan:
“Oh, ini brand serius. Bukan sekadar jualan online.”
3. Mesin Konten Digital (Content Engine)
Satu TVC yang kuat bisa dipecah menjadi:
- Cut-down 6–15 detik
- Behind the scene
- Versi TikTok storytelling
- Potongan emosional untuk Reels
- Meme-friendly scene
Artinya, TVC bukan biaya besar yang “habis tayang”, tapi aset konten jangka panjang.
TVC + Digital Ecosystem: Cara Kerja yang Relevan Hari Ini
Creative marketing agency tidak lagi memikirkan:
“TVC dulu, digital belakangan”
Tapi:
“Cerita besar dulu, format menyusul”
Alur yang relevan:
- Big Idea dari TVC
- Distribusi di YouTube & OTT
- Adaptasi ke TikTok & Instagram
- Interaksi & reinterpretasi oleh audiens
- Percakapan organik di komunitas
TVC hari ini bukan akhir, tapi awal percakapan.
Brand Lokal & Kekuatan Konteks Budaya
Keunggulan brand lokal justru ada di TVC:
- Bahasa yang familiar
- Humor yang kontekstual
- Emosi yang dekat dengan realitas sehari-hari
Inilah yang sulit ditiru oleh brand global.
Dan di sinilah creative marketing agency berperan: menerjemahkan budaya menjadi cerita, bukan sekadar visual bagus.
Tanpa TVC, Brand Kehilangan Cerita Besarnya
Brand yang hanya mengandalkan konten digital cepat sering mengalami:
- Identitas tidak konsisten
- Sulit diingat
- Mudah tergantikan oleh brand lain
TVC memberi brand:
- Memori jangka panjang
- Emosi yang menempel
- Alasan untuk diingat, bukan sekadar dilihat
Kesimpulan: TVC Bukan Tentang Masa Lalu, Tapi Arah Brand
Di era digital:
- TVC bukan soal TV
- Bukan soal durasi
- Bukan soal budget semata
TVC adalah pernyataan sikap brand.
Bagi Gen Z dan publik umum, brand yang punya cerita jelas akan selalu lebih relevan daripada brand yang hanya ikut tren. Dan TVC, ketika dipikirkan secara strategis dan terintegrasi, masih menjadi salah satu cara paling kuat untuk membangun cerita itu.
recent news



